Posted by : Unknown Minggu, 09 Februari 2014

Pada zaman dahulu di Kerajaan Daha, hiduplah seorang putri yang bernama Galuh Candra Kirana dan Galuh Ajeng. Kedua putri Raja Daha tersebut hidup sangat bahagia dan serba kecukupan. Hingga suatu hari datanglah seorang pangeran yang sangat tampan dari Kerajaan Kahuripan yang bernama Raden Inu Kertapati. Maksud kedatangannya ke Kerajaan Daha adalah untuk melamar Galuh Candra Kirana.

Pangeran                             : “ Aku sudah membuat perjanjian dengan Ayah kalian,
bahwa aku akan menikah dengan salah satu putri Ayah kalian.”
Galuh dan Candra            :Benarkah( Berbinar senang)
Pangeran                             : “ Ya dan sekarang aku akan memilih salah satu diantara kalian. Berikan aku waktu untuk sendiri.” ( Setelah beberapa lama)
Candra                                  :Jadi, Siapa diantara kami yang akan menikah dengan anda, pangeran?”
Pangeran                             : “ Aku akan untuk menikah dengan Candra Kirana.”
Kirana                                   : ( Tersenyum gembira)

Pangeran dan Candra Kirana meninggalkan ruangan yang kini hanya dihuni oleh Galuh Ajeng. Meskipun Candra Kirana dan Pangeran bahagia dengan pertunangan  ini, ternyata Galuh Ajeng merasa iri. Kerena dia merasa kalau Raden Inu Kertapati lebih cocok dengan dirinya.
Galuh              : “ Aku tidak setuju dengan pertunangan ini! Kenapa harus Kirana yang dipilih
dan bukan aku!? Huh, ini tidak adil! Sekarang apa yang harus kulakukan?”
( Berpikir keras sembari mondar-mandir)
Setelah berpikir keras Galuh Ajeng akhirnya menemukan cara untuk menggagalkan pertunangan Candra Kirana dan Raden Inu. Oleh karena itu Galuh Ajeng lalu pergi ke rumah Nenek Sihir. Dia meminta agar nenek sihir itu menyihir Candra Kirana menjadi Keong Emas.
Galuh                          : “ Permisi!! Apa ada orang di sini!??”
Penyihir                       : “ Silakan masuk gadis cantik, kemarilah…”
Galuh                          : “ Hm, aku membutuhkan bantuanmu! Tolong bantu aku!”
Penyihir                       : “ kamu ingin aku melakukan apa?”
Galuh                          : “ Aku ingin Kirana menjadi Keong Mas sehingga pernikahannya dengan Raden
                                                Inu batal!!
Penyihir                       : “ Baiklah aku mengerti maksudmu.”
Galuh                          : ( Tersenyum senang) “ Terimakasih atas bantuanmu, senang bekerja sama
                                                dengan penyihir sepertimu! Ini uang sebagai imbalannya.
Penyihir                       : ( Menerima uang itu) “ Sekarang aku akan mempersiapkan kutukan
                                                untuknya…”
Galuh                          : “ Kutunggu kabar darimu, penyihir!! ( meninggalkan rumah nenek
sihir dan kembali ke Istana)
Keesokan harinya Candra Kirana pergi ke pasar membeli keperluan untuk menyambut kedatangan Raden Inu Kertapati besok. Sepulang dari pasar Kirana melewati sebuah sungai. Di sungai tersebut kirana dihadang oleh nenek sihir.
Penyihir                       : “ Hwahahahaha!! Candra Kirana! Apa kabarmu? Kelihatannya
                            kamu sangat senang  hari ini? Hwahahaha…”
Kirana                         : (terkejut) “ Siapa kamu?”
Penyihir                       : “ Diam! Aku ke sini untuk menyihirmu menjadi keong!!
Kirana                         : “ Kenapa kamu ingin menyihirku?”
Penyihir                       : “ Saudaramu yang menyuruhku untuk menyihirmu.”
Kirana                         : “ Galuh? Tidak mungkin, kau pasti berbohong !”
Penyihir                       : “ Sudah ! jangan banyak omong ! terima saja nasibmu !
hahahaha.” ( mengucapkan mantra untuk menyihir Kirana menjadi Keong)
Kirana                         : “ AAAAA!!!!” ( Berubah jadi keong emas)
Penyihir                       : “ Hwahahaha!!!! Kamu hanya akan menjadi manusia pada waktu
siang hari, tapi bila menjelang malam, kamu akan kembali menjadi
keong!! Kutukan ini akan berakhir bila kamu bertemu dengan Raden
Inu!! Hwahahaha…!!!”
Candra Kirana telah dikutuk menjadi keong emas dan dibuang ke sungai hingga terdampar di Desa Dadapan. Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala, dan keong emas terangkut dalam jalanya tersebut. Keong Emas itu lalu dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan.
Nenek                          : “ Oh, keong yang sangat cantik!! Aku akan membawanya pulang!”
Setibanya dipondok, dia beristirahat sejenak di kursi.
Nenek                          : “ Sampai jam segini aku belum juga mendapatkan ikan. Aku
harus mencari ikan lagi, kalau tidak mendapat ikan, aku mau makan apa?” ( Pergi keluar untuk mencari ikan)
Nenek itu kembali mencari ikan di sungai.
Hingga menjelang malam nenek itu tidak mendapat ikan seekorpun. Kemudian Nenek tersebut memutuskan untuk pulang saja, sesampainya di rumah ia sangat kaget, karena di meja sudah tersedia masakan yang sangat enak. Si nenek bertanya-tanya, siapa yang memasak masakan ini. Keesokan paginya nenek ingin mengintip apa yang terjadi pada saat dia pergi mencari ikan. Nenek itu lalu berpura-pura pergi ke sungai untuk mencari ikan, lalu pergi ke belakang rumah untuk mengintipnya. Setelah beberapa saat, si nenek sangat terkejut karena keong emas yang ada ditempayan berubah wujud menjadi gadis cantik dan memasak dan menyiapkan masakan di meja. Karena merasa penasaran, lalu nenek tersebut memberanikan diri untuk menegur putri nan cantik itu.
Nenek                          : “Siapakah kamu ini putri cantik, dan dari mana asalmu?”
Kirana                         : ( Menoleh kaget) ” Aku….aku Candra Kirana. Aku adalah putri
kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh nenek sihir utusan   saudaraku karena merasa iri kepadaku”
Nenek                          : ( Merasa iba) “ kasihan sekali dirimu, Nak…
Ya, sudah…sementara kamu boleh tinggal di sini, Nak…”
Kirana                         : “ Terimakasih, Nek…”
Sementara itu pangeran Inu Kertapati tak diam saja ketika tahu Candra Kirana menghilang. Iapun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat biasa. Nenek sihir tahu dan mengubah dirinya menjadi gagak untuk mencelakakan Raden Inu Kertapati. 
Raden Inu                   : (Terkejut) “siapa kau ?”
Burung Gagak             : “ Tenang anak muda, aku akan menunjukkan arah ke Desa Dadapan,
di sana kamu akan bertemu dengan Candra Kirana.”
Raden Inu                   : “ Darimana kau tahu tujuan perjalananku? Siapa kau sebenarnya?”
Burung Gagak             : “ Kau tidak perlu tahu siapa aku, ikuti saja petunjuk yang kuberikan.”

Setelah berjalan cukup jauh mengikuti petunjuk arah dari burung gagak, Raden Inu tidak juga menemukan Desa Dadapan. Diperjalanan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang kelaparan, diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek adalah orang sakti yang baik Ia menolong Raden Inu dari burung gagak itu.

Setelah berjalan berhari-hari sampailah Raden Inu di desa Dadapan. Ia menghampiri sebuah gubuk untuk meminta seteguk air karena perbekalannya sudah habis. Di gubuk itu ia sangat terkejut, karena dia bertemu dengan Candra Kirana.  Akhirnya sihir dari nenek sihir pun hilang karena perjumpaan itu.

Raden Inu                   : “ Ah,…di sana ada pondok! Mungkin aku bisa menumpang istirahat di
sana (Menghampiri pondok itu) “ Permisi!!…”
Kirana                         : “ Iya, sebentar…” ( membuka pintu)
Raden Inu                   : (Terkejut) “ Candra Kirana?”
Kirana                         : “ Raden Inu? Kenapa bisa ada di sini?”
Raden Inu                   : “ Ceritanya panjang. Sekarang ayo kita pulang, ayahmu sudah menunggumu.”
Kirana                         : “ Terimakasih banyak, karena kamu sudah menyelamatkanku.”
Dari dalam rumah terdengar suara Nenek memanggil Kirana.
Nenek                          : “ Siapa, Kirana?”
Kirana                         : “ Oh, Nenek…kenalkan ini adalah Raden Inu yang Kirana ceritakan. Dia              
menjemput Kirana untuk pulang. Tapi, Kirana tidak tega meninggalkan Nenek sendirian.”                 
Nenek                          : “ Tidak apa-apa, Kirana. Pulanglah.”
Raden Inu                   : “ Begini saja, Nenek akan kita bawa ke Istana dan hidup bersama kita
bila kita nanti menikah..”
Akhirnya Raden Inu membawa Candra Kirana beserta nenek tersebut ke istana, dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Dewi Galuh pada Baginda Raja Daha.

Baginda minta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya, Galuh Ajeng lalu mendapat hukuman yang setimpal. Pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapati pun berlangsung. Akhirnya mereka hidup bahagia.

{ 16 komentar... read them below or Comment }

  1. makasih gan infonya dan semoga bermanfaat

    BalasHapus
  2. ok mantap bos artikelnya dan sangat menarik

    BalasHapus
  3. terimakasih sob buat infonya dan salam sukses

    BalasHapus
  4. keren mas buat infonya da semoga bermanfaat

    BalasHapus
  5. makasih gan buat infonya dan salam sukses selalu

    BalasHapus
  6. Mau mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah???

    Modal Kecil bisa mendapatkan hasil yg luar biasa...

    BalasHapus
  7. Menarik sekali, perlu saya coba ini..
    kebetulan lagi cara tentang hal ini.

    BalasHapus
  8. ok mantap sob buat infonya dan salam kenal

    BalasHapus
  9. keren mas buat infonya dan salam sukses selalu

    BalasHapus
  10. makasih gan buat infonya dan semoga bermanfaat

    BalasHapus
  11. Kabar Baik Untuk Para pencinta Game
    Karena di Bulan januari ini Sudah keluar Game RPG Online Terpopuler Se-Asia
    Penasarankan Game nya Seperti apa???
    Kalian bisa dilihat game nya dari link di bawah yaaa

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

- Copyright © Dimas Oryza Super Blog. Created and Edited by Dimas Oryza. Powered by Republic Czibernesia Department of Science, Education, and Technology. All Rights Reserved -